Menu Tutup

Keluarga Kerang

Moluska adalah kelompok hewan lunak tidak bertulang belakang, seperti cumi-cumi, siput atau kerang. Pada jenis tertentu, untuk melindungi tubuhnya, hewan lunak ini memiliki cangkang (shell) yang terbuat dari zat kapur. Moluska merupakan filum (cabang) hewan terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda (serangga) dengan jumlah spesies yang diketahui mencapai angka 100.000 jenis, termauk yang sudah punah dalam rupa fosil.

Moluska sudah ada sejak 550 juta tahun yang lalu dan habitatnya tersebar baik itu di lingkungan akuitik maupun di lingkungan terestrial, mulai dari dasar samudra, tepi laut, air payau, air tawar, pepohonan, sampai dengan tempat ekstrim seperti padang pasir. karena kekayaan jenisnya yang begitu luar biasa dan beraneka ragam ini, maka pada dasarnya sangat sulit untuk mengidentifikasi spesies yang ada pada koleksi kita. Berdasarkan bentuk dan kedudukan kaki, cangkang, mantel, insang, dan sistem saraf serta ada tidaknya cangkang, moluska dibedakan menjadi beberapa kelas, tetapi yang dibahas disini hanya lima kelas yang mempinyai cangkang saja, yaitu :

  1. Gastropoda, golongan darat
  2. Bivalvia (Pelecypoda), golongan kerang
  3. Scaphopoda, golongan bercangkang gading
  4. Polyplacophora, golongan kiton
  5. Cephalopoda, golongan cumi-cumi.
https://www.facebook.com/groups/kerang.indonesia 2

Tentang KerangCangkang hewan moluska ini (selanjutnya disebut “cangkang kerang-kerangan” atau “kerang”) terbentuk oleh susunan zat kapur (calcium carbonate) dan mempunyai lapisan “kulit luar” yang dinamakan periostractum. Bagian dari tubuh moluska yang ikut dikoleksi dengan cangkangnya adalah tutup cangkang yang dinamakan opercullum. Tutup cangkang ini biasanya ditemukan pada kelas gastropoda. Pada spesies tertentu juga di temukan bulu-bulu halus pada cangkangnya. Beberapa kolektor menyukai cangkang kerang yang alami disertai dengan tutup cangkang, kulit luar, bahkan dalam kondisi tertentu yang masih ada karang atau tertip yang menempel. Sebagian lagi lebih menyukai kerang yang sudah dipoles mengkilap atau dipernis. Ilmu yang mempelajari cangkang kerang ini dinamakan conchology. Bentuk, warna, corak dan karakteristik cangkang kerang kerang mengundang daya tarik tersendiri. Sejak zaman purba kala cangkang kerang disukai manusia untuk dijadikan bahan seni kerajinan, alat musik. bahkan di negeri tertentu pernah berfungsi sebagai alat pertukaran (uang).